Mikir #1
Aku punya kebiasaan aneh.
Kalau
sedang putus asa atau merasa sedang tidak punya tenaga, aku akan pergi
mengelilingi kota. Entah menggunakan sepeda motor, transportasi umum,
atau bahkan berjalan kaki.
Aku
akan melihat keadaan orang-orang yang sedang berkendara, orang yang
sedang duduk meminum kopinya di kedai kopi yang kulewati, bapak tukang
becak yang tertidur di kursi becaknya, atau apapun yang membuatku
menyadari bahwa aku harus “hidup."
Cara
ini yang aku gunakan untuk menampar diriku sendiri. Cara ini yang
akhirnya membuatku menyadari bahwa orang lain punya kesulitannya sendiri
dan mereka masih bertahan. Lalu kenapa aku memilih menyerah dan diam?
Lalu
terbesit untuk melempar sebuah pertanyaan kepada teman-temanku. Masih
terkait dengan bertahan pada suatu situasi. Beberapa menjawab karena
uang, beberapa menjawab karena kebutuhan, dan beberapa menjawab karena
tidak tahu harus ke mana dan bagaimana.
Sejujurnya
aku tidak pernah mau membahas mengenai uang. Uang itu terlalu rumit.
Punya banyak tapi terasa kurang banyak. Punya sedikit pun bisa terasa
cukup. Bertahan karena uang tidak akan pernah punya ujung. Semua orang
butuh uang. Itulah jawaban kenapa budaya korupsi susah dihilangkan dan mencuri
masih menjadi pilihan.
Karena
kebutuhan menjadi salah satu pemikiran yang membuatku bertahan sampai
saat ini. Hilangkan persepsi kebutuhan adalah kebutuhan jasmani yang
harus dibeli dengan uang. Karena apa? Karena uang itu rumit.
Kebutuhan
itu tidak melulu mengenai barang. Kebutuhan itu bisa tentang kebutuhan
bertemu orang, kebutuhan berbagi tawa, kebutuhan waktu untuk
beristirahat. Ya, setiap orang memiliki kebutuhannya masing-masing. Aku
pun memiliki kebutuhanku sendiri. Aku butuh melihat energi positif dari
orang di sekelilingku. Tidak perlu repot-repot menyebutku klise,
sok, atau lebay. Karena kamu bukan aku. Karena kamu tidak tahu betapa
bahagianya aku ketika berada pada situasi yang positif. Aku yakin bukan
hanya aku saja yang memiliki kebutuhan ini.
Terakhir karena melayani. How I love this reason.
Aku tidak pernah berhenti tersenyum setelah melihat alasan seorang
manusia bertahan karena ia ingin melayani. Melayani itu capek dan sakit.
Itu yang sering aku dengar di kotbah-kotbah. Bahkan sering aku alami.
Tetapi masih ada yang mau bertahan karena ingin melayani. Betapa
membahagiakan.
Barusan
aku membaca beberapa pengalaman di buku Indonesia Mengajar. Bagaimana
anak muda yang punya kecintaan dengan pelayanan memilih untuk ‘berhenti’
ketika sekelilingnya berputar. Mereka memilih untuk menghentikan
hidupnya selama 1 tahun untuk mengabdi dan melayani orang lain.
Pergi
jauh dari rumah dan dihadang kesulitan-kesulitan yang tidak
terpikirkan. Mereka adalah orang-orang hebat yang punya pandangan lain
mengenai hidup. Mengenai alasan untuk bertahan hidup. Senyum anak-anak,
penerimaan dari warga, serta keajaiban-keajaiban lain yang mereka
rasakan setiap hari. Uang seperti tidak punya tempat untuk berbicara.
Mungkin
cerita Indonesia Mengajar terlihat jauh dari pandangan kita. Atau
bahkan terlihat seperti dongeng. Tapi mengapa kita tidak belajar dari
pandangan hidup mereka? Melihat sebuah hal dari sisi yang lebih dalam.
Jika kita bekerja sebagai driver,
bekerjalah dengan, “Penumpangku akan tiba pada waktunya, jadi dia tidak
perlu tertinggal kereta dan membeli tiket lagi. Keluarganya pasti
senang jika dia pulang tepat waktu.”
Jika
kita bekerja sebagai penulis, bekerjalah dengan, “Tulisan tentang kulit
berjerawat ini akan membantu seseorang yang sedang putus asa
menghilangkan jerawatnya di H-60 hari pernikahannya.”
Jika kita bekerja sebagai banker, bekerjalah dengan, “Customerku
harus membayar gaji karyawannya. Jadi karyawan-karyawan itu tidak perlu
menunggak membayar uang sekolah. Anak-anak merekapun tidak akan malu.”
Jika
kita bekerja sebagai abang pengatur jalan, bekerjalah dengan, “Aku akan
membuat pengguna jalan di pagi hari tidak perlu terlambat karena
kemacetan di perempatan.”
“There
are only two ways to live your life. One is as though nothing is a
miracle. The other is as though everything is a miracle” – Albert Einstein
Dan kamu memilih yang mana? :)
Komentar
Posting Komentar