I did great thing in 2017.
“Kalau kalian sendiri, tahun 2017 udah bikin kalian jadi
apa?”
-Agatha Elma on her
blog.
Aku nggak tahu harus punya kesan seperti apa untuk 2017 yang
hampir selesai. Marah sih pasti, tapi entah kenapa aku selalu punya alasan
untuk bersyukur. Nggak banyak yang aku lakukan di tahun ini. Bahkan aku sempat
berfikir kalau aku hanya membuang-buang waktu ku selama setahun ini.
Deta,
salah satu teman terbaikku bilang, “Kita sudah terlalu sering berkomunikasi
dengan dunia luar, Mon. Sampai-sampai kita lupa kalau diri sendiri juga butuh
diajak ngobrol.”
And here I go.
Duduk, mengobrol dengan diri sendiri sembari
mendengar beberapa lagu yang sudah menemaniku selama setahun ini.
Ternyata setahun kebelakang aku sudah melakukan satu hal
luar biasa. Memang cuma satu, tapi satu hal ini bisa membuat aku merasa 2017 ku
baik-baik saja.
Aku masih bisa berdiri.
Aku memulai 2017 dengan sebuah kegagalan, aku menjalani hari
dengan banyak kegagalan dan mengakhiri tahun ini dengan kegagalan pula.
“Se-lebay itu, Mon?”
Ya. Bahkan aku rasa banyak orang di luar sana lupa bagaimana
cara berdiri ketika mereka sudah di jatuhkan oleh kegagalan. Tapi aku bisa.
Entah mengapa.
Aku berangkat ke ibukota, menumpang dan hidup bersama-sama
dengan beberapa teman yang baru aku kenal saat belajar di Kediri. Setiap hari
struggle mencari pekerjaan diselingi refreshing ketika sudah di titik lelah.
Ada waktu ketika kami harus saling membangunkan karena salah satu teman ada
jadwal interview. Ada waktu dimana kami harus bergandengan tangan untuk bisa
sama-sama masuk KRL yang sangat penuh, supaya tidak ada yang tertinggal. Ada
waktu dimana kami hanya bisa di dalam kamar, mendengarkan musik dan meratapi
nasib.
![]() |
| Ibadah bareng temen-temen Jogja |
![]() |
| kalau bosen, bekasi depok pun terasa dekat |
| One day trip kepulauan seribu |
![]() |
| Deu. Ngirit duit, jadi ngangkot aja. |
![]() |
| Decided buat jalan-jalan ke museum nasional karna ga ada jadwal interview. |
Satu persatu dari mereka mendapatkan pekerjaan. Senang?
Pasti.
Tapi ada sebuah kekecewaan yang aku rasakan. Sebegitu
bodohkah aku.
Berbulan-bulan aku mencari kesana-kemari. Bahkan aku menjadi
“guru les” beberapa teman ketika mereka akan menghadapi tes kerja atau
interview. Aku rasa, aku sudah terlalu banyak mengikuti tes kerja sampai aku
tahu hampir semua macam tes. Tapi aku tetap tidak mendapatkan pekerjaan.
Di pertengahan perjuanganku, aku memilih untuk mundur dan
kembali pulang. Baru 2 hari berada di rumah, aku kembali dipanggil interview di
daerah Jakarta. Ingin menyerah rasanya, tapi entah kekuatan dari mana, akhirnya
aku berangkat lagi. Lalu apakah aku berhasil mendapatkan pekerjaan? Tidak.
Sampai di titik aku merasa semua pintu memang sudah di
tutup. Aku belajar untuk mencari celah untuk hidup. Aku mengikuti ujian Advokat
dan mengikuti kelas selama beberapa minggu. Tuhan begitu melapangkan jalanku
untuk ini. 1 hari setelah kelas Advokatku berakhir, aku memutuskan untuk
benar-benar pulang dan berhenti mencari pintu yang terbuka.
Jakarta, Bogor, Surabaya, Tangerang, entah sudah berapa
tempat aku jelajahi hanya untuk menyadari satu hal; tidak ada pintu yang
terbuka.
Aku sudah bekerja sekarang. Menjadi staff magang di salah
satu Law Firm terbaik di Jogja. Aku mendapatkan bos dan rekan kerja yang luar
biasa baik.
Puji Tuhan. Puji Tuhan. Puji Tuhan.
Aku kira persahabatanku dengan kegagalan sudah berakhir
semenjak aku menjadi pengacara magang. Tahun ini ditutup dengan tes kerja yang
lagi lagi menyadarkanku jika pintu memang tertutup. Ada 919 orang diterima di
sebuah pekerjaan yang aku inginkan, dan aku berada di ranking 927.
Tapi di titik ini, aku tahu Tuhan benar-benar baik. Jika aku
tidak mengalami berpuluh-puluh kegagalan di awal, mungkin aku sudah jatuh,
marah dan menyerah saat ini.
Aku benar-benar tidak merasakan kesedihan dan kekecewaan,
ketika aku tahu nilaiku hanya kurang 0,0sekian dari nilai yang bisa masuk. Aku
hanya tersenyum, membuka hp dan mulai mem-forward kabar ke beberapa teman.
“Hai guys, aku nggak lolos. Nggak usah kasih semangat
semangatan. Aku masih semangat banget malah. I’m okay. Makasih yaaa. Luvv”
Setiap balasan dan ucapan “semangat ya Mon!” hanya akan membuatku
semakin merasa bersalah. Keluarga dan teman temanku selalu memberikan semangat
yang tidak pernah padam. Aku tahu bahwa mereka kecewa dengan kegagalanku. Aku
seperti tidak punya cukup usaha untuk mengabulkan harapan besar mereka.
Di balik itu semua, 2017 sudah membuatku menjadi sangat
kuat. Setiap hari aku di kelilingi sahabat-sahabat yang baik dan luar biasa
baik, yang selalu siap menyediakan hati, telinga, pikiran, hingga waktu untukku.
Setiap hari, Tuhan selalu memberikan kejutan-kejutan kecil yang menyadarkanku
bahwa Ia masih ada dan aku tak pernah sendirian.
Di akhir tahun 2016 lalu, aku hanya meminta pada-Nya untuk membuat hidupku di 2017 baik-baik saja. Dia sudah mengabulkannya. Bahkan aku tak hanya berdiri, tapi aku diajari cara berjalan.
Di akhir tahun 2017 ini aku mau mengetuk pintu-Nya lebih
keras dan mengajukan banyak permintaan untuk 2018.
Jadi apakah 2018 akan sehebat 2017? We will see!
Met many new friends, got many experiences, felt something new,
learned many things. Thankyou 2017. You did great!
I will show you how my life was great with many blessings.
![]() |
| Jalan-jalan berkedok Ibadah Padang |
![]() |
| BukBer with these awesome people! |
![]() |
| Bantu-bantu Retreat Remaja di Magelang |
![]() |
| Adek-adek terbaik. Nakal sih kadang. |
![]() |
| Selesai outbond |
![]() |
| They were the winner of...oke aku lupa menang apa. |
![]() |
| Pelayanan kala itu |
![]() |
| Ini habis acara apa ya? |
![]() |
| Cintya's Sweetseventeen |
![]() |
| Ya selfie aja gitu. Cahayanya bagus sih. |
![]() |
| Pelayanan. Puij Tuhan. |
![]() |
| Jadi guide dadakannya frater-frater. |
![]() |
| Persekutuan Raya Remaja 2017 |
![]() |
| Dapet voucher, bobo hotel, ada yang ulangtahun. Udah gitu aja. |
![]() |
| Job-ing. |
![]() |
| Satnite market at church |
| Semarang! |
| Mine. |
![]() |
| Namanya anak cerewet, jadi ya sukanya pegang mic. |
![]() |
| Jadi, ada apa ya di 2018? Jalani dulu aja deh...... ❤❤❤ |























Komentar
Posting Komentar