#TamasyaTerakhirSebelumPisah
HOI!
Whaddup?!
Hahahaha. Weird opening.
Jadiiiiiii............I'm very happy (and sad, actually). Why?
Dari 3 minggu yang lalu, kami berencana pergi tamasya yang jauh seharian. Walaupun kami sering meet up paling tidak satu minggu sekali, tapi kami nggak pernah jalan-jalan keluar kota bareng-bareng yang seharian. Kenapa harus tamsya, jauh dan seharian? Sebenarnya ini tujuannya untuk perpisahan sebelum semua kembali ke kota masing-masing setelah kurang lebih 4 tahun berjuang di kota perantauan, Surakarta.
Kami mencari waktu dan tempat yang tepat untuk tamasya ini. Ya, karna ini tamasya jauh seharian yang pertama atau mungkin akan jadi yang terakhir, jadi harus perfect!
Selasa, 31 Mei 2016.
Jam 8 kumpul di Solo Square. Ya kumpul gitu deh. Padahal yang on time cuma Jordi dan Selend. Sisanya? Jam 8 juga. Tapi lebih banyak.
Jam 09.30, kami berangkat. Destinasi pertama adalah Gua Maria Ambarawa. Cekrak cekrek sana sini, dudak duduk sembarangan dan akhirnya gerimis. Kami kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke tempat makan dan selanjutnya ke Umbul Sidomukti.
Hujan deras dan kabut pekat nggak mengurangi semangat tamasya kami. Walaupun mobil sempat mundur di tanjakan, baju basah, kedinginan tapi yasudahlah. Toh sudah sampai sana hahaha
Kami meninggalkan Umbul Sidomukti jam 17.30 dengan keadaan yang grimrom (grimis romantis). Warna langitnya ala ala senja romantis gitu deh. Jingga jingga asoy hahahaa
Selanjutnya kami ke Semarang. Kami ke Richeese Factory untuk makan, ganti baju, istirahat, cuci muka dan sikat gigi (?). Ya disana isinya cuma makan dan buat keributan. Nggak ding, Nggak cuma di Richeese Factory ini doang buat keributannya. Berhubung kami ber-13, bayangin aja kalau semuanya ketawa. Ribut kan.
Lanjuuuuut ke Alun-alun Simpang Lima. Penjual makanan disana udah amazed kali ya gerombolan orang dateng rame-rame milih tempat duduk, padahal kita cuma beli teh anget doang dan nongkrong ada kali 3 jam. Pembullyan sampai Panama Papers dibahas disini. Dari bicara masa lalu sampai masa depan mau kemana, juga kesangkut di Simpang Lima ini.
Tempat terkahir yang kami datangi adalah Kota Lama. Cuma buat foto-foto dan tukeran sopir lalu kami mengantar Rowena ke daerah Tembalang dan akhirnya kami pulang.
229+ km, 18 jam tamasya, 13 orang, 7 pemberhentian, 2 mobil. It was awesome trip!
Terimakasih semuanya. Bukan cuma untuk 18 jam kemarin, tetapi untuk 4 tahun kebelakang. Setiap kata-kata membangun, tangan untuk membantu berdiri, kaki yang tak pernah lelah dan waktu yang telah disediakan. Aku bersyukur.
Semangat untuk kedepannya. Jangan lupa ngundang kalau nikah. Keep in touch. Cepet kaya. Cepet kumpul lagi. Selamat berkarya di tempat yang sudah disediakan Tuhan, ya!
Aku sayang kalian walaupun mulut kelakuan kalian tidak pantas untuk disayangi <3
Terimakasih partisipasinya untuk Jordi, Grace, Joel, Geby, Dewo, Riris, Priska, Kusuma, Angga, Ino, Selend dan Rowena. Gbu :)
Whaddup?!
Hahahaha. Weird opening.
Jadiiiiiii............I'm very happy (and sad, actually). Why?
Dari 3 minggu yang lalu, kami berencana pergi tamasya yang jauh seharian. Walaupun kami sering meet up paling tidak satu minggu sekali, tapi kami nggak pernah jalan-jalan keluar kota bareng-bareng yang seharian. Kenapa harus tamsya, jauh dan seharian? Sebenarnya ini tujuannya untuk perpisahan sebelum semua kembali ke kota masing-masing setelah kurang lebih 4 tahun berjuang di kota perantauan, Surakarta.
Kami mencari waktu dan tempat yang tepat untuk tamasya ini. Ya, karna ini tamasya jauh seharian yang pertama atau mungkin akan jadi yang terakhir, jadi harus perfect!
Selasa, 31 Mei 2016.
Jam 8 kumpul di Solo Square. Ya kumpul gitu deh. Padahal yang on time cuma Jordi dan Selend. Sisanya? Jam 8 juga. Tapi lebih banyak.
Jam 09.30, kami berangkat. Destinasi pertama adalah Gua Maria Ambarawa. Cekrak cekrek sana sini, dudak duduk sembarangan dan akhirnya gerimis. Kami kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan ke tempat makan dan selanjutnya ke Umbul Sidomukti.
Hujan deras dan kabut pekat nggak mengurangi semangat tamasya kami. Walaupun mobil sempat mundur di tanjakan, baju basah, kedinginan tapi yasudahlah. Toh sudah sampai sana hahaha
Kami meninggalkan Umbul Sidomukti jam 17.30 dengan keadaan yang grimrom (grimis romantis). Warna langitnya ala ala senja romantis gitu deh. Jingga jingga asoy hahahaa
Selanjutnya kami ke Semarang. Kami ke Richeese Factory untuk makan, ganti baju, istirahat, cuci muka dan sikat gigi (?). Ya disana isinya cuma makan dan buat keributan. Nggak ding, Nggak cuma di Richeese Factory ini doang buat keributannya. Berhubung kami ber-13, bayangin aja kalau semuanya ketawa. Ribut kan.
Lanjuuuuut ke Alun-alun Simpang Lima. Penjual makanan disana udah amazed kali ya gerombolan orang dateng rame-rame milih tempat duduk, padahal kita cuma beli teh anget doang dan nongkrong ada kali 3 jam. Pembullyan sampai Panama Papers dibahas disini. Dari bicara masa lalu sampai masa depan mau kemana, juga kesangkut di Simpang Lima ini.
Tempat terkahir yang kami datangi adalah Kota Lama. Cuma buat foto-foto dan tukeran sopir lalu kami mengantar Rowena ke daerah Tembalang dan akhirnya kami pulang.
229+ km, 18 jam tamasya, 13 orang, 7 pemberhentian, 2 mobil. It was awesome trip!
Terimakasih semuanya. Bukan cuma untuk 18 jam kemarin, tetapi untuk 4 tahun kebelakang. Setiap kata-kata membangun, tangan untuk membantu berdiri, kaki yang tak pernah lelah dan waktu yang telah disediakan. Aku bersyukur.
Semangat untuk kedepannya. Jangan lupa ngundang kalau nikah. Keep in touch. Cepet kaya. Cepet kumpul lagi. Selamat berkarya di tempat yang sudah disediakan Tuhan, ya!
Aku sayang kalian walaupun mulut kelakuan kalian tidak pantas untuk disayangi <3
Terimakasih partisipasinya untuk Jordi, Grace, Joel, Geby, Dewo, Riris, Priska, Kusuma, Angga, Ino, Selend dan Rowena. Gbu :)

















Komentar
Posting Komentar